Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

MOTORplus - Online

| Bagi teman teman diluar kota yang ingin memesan onderdil modifikasi seperti yang ada di halaman rubrik, dapat menghubungi kami melalui kolom komentar dengan meninggalkan nama, nomor handphone yang bisa dihubungi atau sms, atau alamat email. Kami akan segera membalas dan mengkonfirmasi estimasi biaya termasuk biaya pengiriman |
Tampilkan postingan dengan label Honda Vario. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Honda Vario. Tampilkan semua postingan

Jurus Menawan Melinda Dee

Written By pijar mentariku on Senin, 18 Juni 2012 | 04.00


HONDAVARIO 2007 JAKARTA



Melinda Dee boleh jadi menghalalkan segala jurus untuk bisa tampil tetap menawan di usia menjelang senja. Seperti operasi bedah plastik yang dilakukan pada beberapa bagian di tubuhnya. Upsschh, metode Melinda ini juga ditiru Andri Abonk dalam menggarap Vario customernya.

Ubahan bodi pada Vario ini memang ibarat orang sudah kena operasi plastik. Silakan cermati bagian muka yang sudah tampil lebih genit, seksi dan menggoda. Itu berkat pemakaian head lamp milik Honda Airblade yang didaulat bersanding dengan visor Kawasaki Ninja 250R.


“Ibarat muka, sudah operasi total. Termasuk mengencangkan kantung mata,” jelas Abonk, bos BAD Airbrush dari Cipinang Indah, Jakarta Timur.

Operasi bedah yang dilakukan mengandalkan tambahan bodi baru dengan bahan serat fiber. Hebatnya, desain yang dibuat begitu tanpa cela. Ini terlihat dari sambungan antara bodi asli dan serat fiber yang begitu rapi. “Proses pengerjaan memang enggak mengejar target. Biar hasil memuaskan,” lanjut Abonk lagi.

Selain tampilan muka, detail bagian lain jaga sudah diberi sentuhan wide bodi. Seperti spoiler pada bagian bawah yang menutupi setengah lebih bagian leher knalpot. Untuk sepatbor depan juga dibuat custom dengan cetakan fiber.
 
"Tambahan unsur wide bodi ini sangat mendukung ergonomi motor biar tetap sip dipandang," urai Abonk yang selalu tampil dengan potongan rambut ala Giring Nidji. 

Ubahan kaki-kaki, konsep bobber style jadi patokan. Dipilih roda dengan pelek profil lebar di bagian depan dan belakang. Kedua roda mengandalkan pelek kaleng racing bahan aluminium palang lima copotan dari mobil. "Ini yang bikin bokong terlihat makin seksi dan enggak bosan dipelototin," jelas builder yang menantikan kelahiran anak kedua ini.

Pelek depan pakai ukuran lumayan lebar, yakni mengandalkan 5 inci. Sementara unuk belakang, juga mengadopsi lebar pelek yang lumayan ekstrem, 8 inci.
 

“Memang butuh banyak penyesuaian dalam pemasangan pelek lebar ini. Di antaranya segitiga, suspensi depan dan juga breket pegangan mesin,” lanjut  Abonk.

Jurus pamungkas adalah masuk ke proses finishing. Pengecatan sekujur bodi Vario yang sudah berubah tampang ini juga harus dicermati. 
 

Warna dasar yang dipilih merah maron. Katanya sih, pemilihan ini untuk mengejar tampilan elegan. Jadi lebih sip ketika Abonk memberikan sentuhan grafis pada detail bodi dengan tema ragam kartu remi.
 (motorplus-online.com)

 
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Dunlop 140/50/14
Ban belakang : Dunlop 160/50/14
Sok Belakang : YSS
BAD Airbrush : (021) 92179546
Penulis : Belo | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT

04.00 | 0 komentar

Body SuperBesar ala Japanesse

Written By pijar mentariku on Rabu, 13 Juni 2012 | 21.58

HONDAVARIO 2010 (Ponorogo)








Modifikasi big matic di Indonesia Timur kian menjamur. Seperti dipaparkan spesial pada halaman ini, khusus mengulas abis soal skubek berbodi gambot.

Diawali ubahan pada skubek milik Satrio Aji, penunggang Honda Vario 2006. Warga di Jl. Gajah Mada, Ponorogo, Jawa Timur ini, memilih tema modifikasi big matic Japanese.

Vario Big matic bisa dilihat dari penambahan dan pemasangan body kit di sekujur bodi. Tak hanya itu, rangka dan kaki-kaki juga ikutan diperpanjang. Sedang unsur Japanese tampak di pemasangan stiker dan setang Robocop,” imbuh Satrio.

Ubahan paling kental terlihat jelas pada bagian tebeng depan. Di mana bagian ini bukan cuma terjadi pembesaran, tapi juga ada penambahan rumah lampu Honda Airblade from Thailand yang masih satu pabrikan dengan Vario.

Menyesuaikan rombakan tebeng depan, bagian belakang pun tidak luput dari ubahan. Tak ayal Satrio yang mempercayakan rumah modifikasi Garasi Modified (GM), lantas memperbesar dimensi bagian itu dengan membuat pundukan di tengah bordes yang aslinya kosong.

“Karena ada penambahan bodi kit di belakang tebeng dan tengah, rangka asli terpaksa di perpanjang sekitar 10 cm.

Biar kelihatan manis atau tidak terlalu kosong, sirip angin di bodi Honda Supra X 125 dipasang, imbuh pria yang mengaku sudah habiskan dana sekitar Rp 25 juta.

Bodi kit tengah yang merupakan bagian tambahan ubahan, dipasang sejajar ke bodi tengah asli Honda Vario yang bisa dilihat dari siripnya. Sehingga identitas asli motor yang sudah dimodifikasi itu tidak hilang atau tergusur.
 

Rombakan paling radikal tampak jelas pada buritan. Di mana bodi asli Vario yang lebih runcing justru dibikin jadi lebih semok. Makanya oleh Satrio, lampu rem belakang diganti batok lampu Honda GL-Pro. Wah, gak bahaya tuh?

Selaras bodi depan, bagian belakang dikasih boks tambahan di kanan kiri. Bahkan behel belakang juga sudah ikut dibikin besar. Serba besar.




Kaki-Kaki Menyesuaikan

Kalau bodi sudah gambot tapi kaki-kaki masih kecil, dilihatnya pasti aneh. Di bagian ini tidak didiamkan oleh Satrio si pemilik tunggangan. Sehingga sektor ini tetap perlu ada penyesuaian.

Misalkan suspensi depan. Setang variasi ala Robocop yang jadi ciri khas tongkorngan Japanesse, ditopang peredam kejut upside down LHK yang diisi pelek custom lebar 4 inci. Bahkan perangkat ciet, juga sudah andalkan master rem Nissin untuk menjepit cakram LHK.

Sedang roda belakang yang mundur 25 cm, diisi pelek custom 8 inci dan diredam suspensi WP Fusion. Bagian ini juga sudah dilengkapi rem cakram yang masih tetap mengandalan produk yang sama.
 (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Mesin atas : Honda CBR150
Ban depan : Delitire 120/70-14
Ban belakang : Delitire 140/70-14
Audio : Sea_Bus
TV : Super Flast 7 inci
Cover as : Yoshimura
Penulis : KR15 | Teks Editor : Nurfil | Foto : Sonie

waroengkopikoe
21.58 | 0 komentar

Modis Buat Garuk Tanah

Written By pijar mentariku on Rabu, 06 Juni 2012 | 04.57

Honda CLIK Thailand (VARIO)






Honda Click-I ini menawarkan konsep skubek trail. Memang, untuk mewujudkannya juga mudah. Cukup ganti ban tipe jalan raya pakai pacul yang siap dipakai melibas trek off-road.

Tapi, bukan cuma itu yang dilakukan Click-I atau yang di Tanah Sir lebih dikenal dengan Vario CBS ini. Penggantian sok depan juga ikut dilakukan. Kini, sok depan terlihat lebih panjang lewat pemakaian variasi yang tabungnya bergaya upside down. Begitu juga as sok dan jarak mainnya makin panjang juga.

Buat menemani ubahan roda dan sok depan, setang dibuat model naked. Tak ada lagi batok yang bertengger. Mengadopsi segitiga atas berikut raiser tinggi, setang dibuat ala Pro Tapper.




Konsep ini sesuai gaya motor pacul tanah dong! Tapi, kelengkapan indikator setang hanya mengusung penunjuk putaran mesin saja. Tidak ada indikator kecepatan.

Kesan kokoh diberikan pemakaian besi bulat yang dipasang di dek tengah bagian depan. Kombinasi besi ini seakan menghubungkan bagian rangka depan dek pijakan kaki pengendara.
 

Biar tampil mejadi tidak biasa lagi, permainan warna mencolok ikut disemburkan. Terutama hijau dan biru. Itu juga pelek depan-belakang dicat berbeda.
 (motorplus-online.com)
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Boyo

waroengkopikoe
04.57 | 0 komentar

Dua Dimensi

Written By pijar mentariku on Minggu, 03 Juni 2012 | 21.53



Modifikasi Vario yang saya angkat kali ini, adalah Honda Vario tahun 2007 milik Antonius Chandra, yang ingin memberikan suatu pengakuan dan bukti bahwa Vario bisa diModif dengan gaya yang lebih extreme, dengan perbedaan lingkar roda, dimana roda belakang lebih besar dengan diameter 20 inchi, dan depan standar atau 14 inchi.



Mungkin karena terinspirasi oleh tampilan sepeda-sepeda jaman doeloe yang berbeda ukuran lingkar roda depan dan belakan, Antonius Chandra langsung menggarap motor ini dengan ide tadi.



Tentunya untuk menjejalkan roda dengan ukuran super gambot dikaki vario tidaklah mudah dan membutuhkan rombakan-rombakan tertentu, dan yang paling awal dilakukan adalah memundurkan sumbu roda kebelakang sejauh 20cm, "itu adalah ukuran minimal dan ideal agar roda bisa masuk tanpa ngesot, dan juga agar tampilannya masih enak dilihat" ujar pria berambut grondrong ini.



Untuk memasukkan pelek mobil ketromol vario, saya mengawinkan pelek dengan tromol vario dengan jalan mengikatnya tromol asli vario kebagian tengah pelek menggunakan baut 12 sebanyak 4 buah, jadi tidak ada las-lasan disini, cerita anton panjang lebar.


Diameter roda yang besar, dipastikan akan mentok di bagian belakang mesin, untuk itu rumah CVT dipanjangin, "caranya rumah CVT dipotong kemudian ditambahkan daging almunium se lebar 10cm dan tebal 5mm dengan cara di-las Argon" ucap anton lagi. Namun konsekwensinya V-Belt haruns diganti yang lebih panjang, "dicarikan timing beltnya mobil atau alat berat lainnya, yang penting ukurannya pas" tambahnya lagi.




Konsekwensi lain dari menggantian roda dengan lingkar sebesar ini, banyak bagian-bagian yang terpaksa harus di lepas, mulai dari bagasi sampai tangki bensin. Sebagai wadah bensin, anton membuatkan dari plat besi setebal 2mm kemudian di tempatkan diatas CVT, lumayan bisa nampung 2,5Ltr.

Selain tangki, sok belakang juga di lengserin dan diganti dengan penopang bodi dari pipa berdiameter 3mm yang di las ke rumah CVT. Tutupnya.



[Sumber = MotorPlus-online]
21.53 | 0 komentar

Low Rider THE TITANs


HondaVARIO2007 VS SuzukiSKYWAVE2008 
Bandung

Penggemar The Titans pasti nggak nyangka kalau dua pentolannya doyan modifikasi. Bahkan Indra (bass) dan Andika (keyboard) paham banget tren atau virus yang berkembang di ranah modifikasi saat ini. Impian low rider dan big matik lah yang diharapkan kedua musisi ini. Nah, bagaimana awalnya dan apa saja yang mereka lakukan mari ditengok. Indra yang punya nama lengkap Hendra Suhendra menjadi pemicu modifikasi di antara mereka berdua. “Awalnya saya pikir kalau motor nggak dimodif pasti tidak disayang. Karena bentuknya biasa saja makanya jarang dilirik,” kata Indra. Makanya supaya motor lebih diperhatikan, doi melakukan modifikasi.
Pelek custom telapak lebar sudah pasti menjadi daftar belanja yang pertama dan utama. “Enggak perlu yang terlalu lebar, cukup menyesuaikan dengan bodi Vario saja,” katanya fasih layaknya sedang memetik senar bass. Proses mundurnya sumbu roda juga nggak terlalu panjang, hanya 15 cm.

Karena ingin motor yang masih nyaman dikendarai, ubahan yang lain masih sebatas pemanis. Konsepnya bolt-on. “Sebab kalau berangkat ke studio atau sekadar nongkrong yang lokasinya masih aman pasti dibawa,” kata pria ramah ini. Memang karena serba bolt-on tadi, makanya serem juga dijarah tangan jahil jika parkir di sembarang tempat.
Untuk seluruh ubahannya ini, Indra mempercayakan pada Yayank dari 909 Matic, di Jl. Cihampelas, Bandung. “Konsepnya sih manis saja, seperti umumnya lagu mereka,” kata modifikator yang doyan naik sepeda gunung ini. Cara pemanis yang dimaksud adalah dengan menambahkan ducktail dan visor minimalis.
“Ducktailnya murni desain 909 pakai fiber. Kesan yang didapatkan dengan pemasangan ini adalah tampilan elegan,” cerita Yayank. Sementara itu visor kecil di depan dilengkapi tulisan identitas sang pemilik, The Titans.

Bagaimana dengan Andika? Pria yang lagi termimpi punya big matic ini bikin Skywave terlihat lebih sangar. Selain kelir gelap dengan airbrush merah, beberapa variasi yang terpasang juga seakan memperkuat kesan tadi.

“Pakai Skywave karena bodinya besar jadi cocok sama mau saya,” kata pemilik nama lengkap Andika Naliputra Wirahardja. Bagian yang berkesan sangar tadi bisa dilihat pada lengan ayun.
Oh ya untuk kaki-kaki ini Andika memang sedikit lebih ekstrem dibandingkan Indra. Selain arm tadi, dia juga nekat mengubah posisi sok belakang ke tengah bodi. Aslinya yang double sok pun diganti hanya satu batang peredam kejut.

Tentu saja nama The Titans tetap ada seperti dilakukan partnernya tadi. Tapi kali ini Andika menempelkannya di knalpot. “Wah kalau liat entar pada nyari knalpot merek ini lagi, kan punya gue satu-satunya,” kekeh salah satu motor utama grup band yang berdiri 8 Desember 2006 ini.




KOMPAK ROBOCOP
Indra dan Andika kompakan untuk satu hal, yaitu pemilihan setang. Mereka berdua memilih menggunakan setang Robocop. Menurut mereka, desainnya enak dilihat karena futuristik. “Selain itu juga bisa disetel, jadi posisi tangan saat riding bisa diubah juga. Sesuai nyamannya saja,” kata Indra.

Selain itu keduanya juga sama-sama menggunakan spidometer Koso. “Ini yang membuat suka deg-degan kalau parkir di sembarang tempat, kalau diembat maling rugi deh,” cuap Andika. Wajar saja karena mencopotnya sangat gampang, selain itu harganya lumayan, sekitar Rp 2 jutaan di Bandung.





JOK SEMI SUEDE
Untuk kenyamanan riding, Indra memilih menggunakan jok berlapis suede atau kulit dibalik. “Dengan begini makanya jok enggak licin sehingga posisi pantat saat riding lebih mantap,” kata penggemar grup band U2 ini.

Selain itu di atas behel belakang juga dibuatkan semacam sandaran dengan bahan sama. Tujuannya untuk membuat nyaman si boncenger jika menempuh perjalanan jauh.

Tapi, untuk bahan suede ini digunakan yang semi atau enggak full suede. “Kalau full suede jika kena air hujan akan cepat keras, jadinya malah jelek,” beber Yayank sang modifikator.






DATA MODIFIKASI VARIO

Ban depan : Deli Tire 130/60-13
Ban belakang : Deli Tire 140/60-13
Pelek depan : Custom 4x13 inci
Pelek belakang : Custom 5x13 inci
Sok belakang : Daxim
Filter udara : Koso
Spidometer : Koso RX 2N
Setang : Robocop
Visor : Geba
Knalpot : Termignoni

DATA MODIFIKASI SKYWAVE

Ban depan : Deli Tire 100/70-14
Ban belakang : Deli Tire 140/60-14
Pelek depan : Custom 2,5x14 inci
Pelek belakang : Custom 5x14 inci
Sok depan : Yoshimura
Sok belakang : YSS
Spidometer : Koso
Knalpot : Supertrap

Penulis/Foto : Nurfil/David

waroengkopikoe
20.31 | 1 komentar

The Dark Knight dari Jakarta




Motor Batman atau Bat-Moto menjadi ide bagi warga Pondok Gede, Jakarta Timur yang ingin punya motor bertema sama. Tapi, ya tentu saja masih jauh dari tampilan serem dan macho si Ksatria Kegelapan tadi.

“Karena pengin bertema Batman, makanya arm custom dibuat seperti kelelawar,” kata Sudadi Reso, sang modifikator. Memang lengan ayun harus dibuat ulang karena posisi sumbu roda juga sudah bergeser lebih ke belakang.

“Awalnya sempat jajal mundur 20 cm tapi kepanjangan. Makanya pakai yang 15 cm aja,” beber Dedi, panggilan akrabnya. Memang dalam penentuan mundurnya roda ini harus memperhatikan serta mempertimbangkan banyak hal. Misal saja lebar roda dan bentuk bodi.

“Seandainya bodi dimodif ekstrem bisa lebih panjang lagi, takutnya nggak harmonis antara bodi dan roda,” tambahnya. Itu memang pemikiran cerdas yang kadang sering dilupakan modifikator. Asal panjang dikira keren. Memang Dedi hanya memasang beberapa bodi kit sederhana di skubek ini. Sehingga bentuk asli Vario masih jelas.

Langkah pemanis lainnya dalam permainan kombinasi warna, yaitu hitam dan krom. “Itu perpaduan paling simpel dalam modifikasi, kalau hitam ya pasangan sejatinya krom. Begitu juga sebaliknya,” tambah ayah tiga anak ini. Terlihat Dedi sangat mengutamakan untuk urusan krom ini. “Bahkan knalpot dipilih yang krom juga walaupun lebih mahal,” bebernya lebih jauh. Memang knalpot Password yang biasa hanya Rp 400 ribu sedang krom lebih mahal Rp 100 ribu.

Seakan enggak mau tanggung, maka seluruh komponen akhirnya juga dilapis krom. “Sekalian dari kaki-kaki hingga setang, saya yakin lebih sip dilihatnya,” tutup pria yang juga bisnis es ini. Percaya deh!

POTONG LEHER KNALPOT
Untuk urusan custom swing-arm, Dedi memang serius. Karena itu hasil usaha kerasnya tadi diusahakan terlihat menonjol. “Supaya bagian itu terlihat, maka knalpot diusahakan menjadi lebih pendek dan rata,” kata Dedi menerangkan.

Guna mendapat tampilan itu, maka pemotongan di bagian leher dilakukan. “Bagian yang dibuang cukup panjang.Ada sekitar 30 cm,” ungkapnya.

JARI-JARI Harley Devidson

Roda belakang, selain sangar dari ukuran, tampilan juga sudah beda. Itu berkat pilihan jari-jarinya. “Diameter jauh lebih besar dibanding punya bebek atau skubek biasa,” tambah pria ramah ini.

Jelas dan pasti karena doi menggunakan jari-jari yang biasanya mengisi pelek Harley-Davidson (HD). Diameter jari-jari pelek bebek atau skubek umumnya hanya 3,1 mm. Sementara yang digunakan sampai pada ukuran 4 mm. Gambot betul!



DATA MODIFIKASI
Ban depan : Deli Tire 140/60-14
Ban belakang : Shinko 150/70-14
Pelek : Custom
Sok depan : Yoshimura
Sok belakang : YSS Classic
Bonggol setang : KTC
Berkah variasi : 0812-8161-516
Penulis/Foto : Nurfil/David

waroengkopikoe
20.18 | 0 komentar

The POLICE RIDER Look!!


HONDAVARIO 2007 (MEDAN)


Karena sejak kecil sudah biasa melihat moge seperti Honda Gold Wing dan Harley-Davidson milik ayahnya, Riandanu pengin sesekali juga memilikinya. Tapi berhubung masih 13 tahun, sang ayah lebih memilih membelikannya skubek. Namun agar mimpinya tadi sedikit mendekati kenyataan, modifikasi untuk Honda Vario ini mengambil tema moge turing seperti motor patroli polisi.
"Mimpinya ingin punya skubek yang bergaya low rider seperti tren sekarang tapi mengarah ke gaya turing," kata Rian, panggilan akrabnya. Berhubung di Medan, Sumatera Utara dirasa belum ada modifikator yang bisa memenuhi hasratnya, pengerjaan diserahkan pada Antonius Chandra dari Ton's Chrome yang bermarkas di Jl. Ciputat Raya, No. 20A, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. "Sempat bingung juga dengan pesanan low rider tapi buat turing," kata Anton saat di awal pengerjaan. Pasalnya selama ini jika low rider pasti umumnya motor terlihat ceper. Nah, karena mendapat perintah seperti itu, meskipun roda belakang molor 20 cm tapi bodi motor tidak dibuat turun. Setingan pada sok belakang yang menggunakan punya Jupiter MX 135 tetap dibuat tinggi seperti aslinya.Hal yang paling beda bisa dilihat pada desain pelek. Menggunakan ukuran yang sama depan dan belakang yaitu 5 x 14 inci serta memiliki model layaknya moge. "Prinsipnya model monoblok tapi di bagian tengahnya diberi lubang. Ini susah karena banyak yang dicustom, bukan kayak pelek lebar biasa di skubek itu," bangga builder gondrong ini. Apalagi ditambah finishing krom, keren.

Sement
ara itu pada bodi tidak terlalu banyak permainan ubahan. Hanya dicat putih supaya terlihat besar. "Full putih agar dapat efek besar, sebab nggak pakai bodi kit segala," kata Harry Kodok dari bengkel cat MJM di kawasan Bates Ciledug yang melakukan pengecatan. Biar semakin turing, makanya juga dipasangkan windshield dan boks bagasi full set dari merek Givi.

PROYEK RAME-RAME
Untuk mendapatkan hasil maksimal, Rian yang meskipun ada di Medan meminta jasa tiga modifikator top untuk ubahan skubeknya ini. Selain Ton's Chrome untuk kaki-kaki, Topo Goedhel Atmodjo dari Tauco Custom (TC) juga ikut terlibat. Juga ada Harry Kodok dari bengkel cat MJM untuk memberikan kelir putih dari Spies Hecker di seluruh bodi.

TC mengambil peran dalam penyelesaian beberapa finishing. Seperti pemasangan boks, windshiled serta mesin. "Pokok
nya agaar semua keinginan Rian terwujud, sebab sebenarnya rada unik juga sih low rider pakai windshield dan boks begini," kekeh Topo. Namun dengan keseriusan tiga modifikator tadi motor ini siap dikirim kembali ke Medan dan tentunya akan menjadi ikon di sana.



DATA MODIFIKASI 
Pelek : Custom 5 x 14 inci 
Ban depan : Deli Tire 140/60-14 
Ban belakang : Deli Tire 140/70-14 
Sok belakang : Jupiter MX 
Sok depan : Yoshimura 
Windshield : Givi


waroengkopikoe
20.11 | 0 komentar

Campuran Tokyo & Paris Van Java


HONDA VARIO 2007 (PONOROGO)
Dadang Kurnianto dari rumah modifikasi Garasi Modified (GM), Ponorogo termasuk orang yang haus ilmu. Segala macam bacaan dilahap untuk biikin kenyang inspirasi modif-nya. Ndak heran kalau otaknya memerintahkan untuk menggabungkan antara karya wong Jepang dan barudak Bandung. Perkawinan dua bangsa ini berlangsung tokcer Penggabungan dua style modifi terlihat jelas di bodi. "Pada bagian depan ingin menerapkan big matic ala Jepang," kata Dadang.

Material fiber dipakai untuk menutupi cover depan. Bahkan juga menyelubungi head lamp orisinal Vario. Desain ini akan menimbulkan kesan skubek Honda ini jadi lebih besar.
"Semakin mirip Jepang kalau lihat lampu. Jadi sipit kayak orang Jepun," lanjut pria yang buka bengkel di Jl. Gajah Mada, No. 48, Ponorogo, Jawa Timur.

Lampu yang dipakai masih standar Vario! Bisa tampak lebih sipit akibat bodi baru menutupi hingga setengah.

Insiprasi yang diambil dari gaya modif Bandung adalah style yang diterapkan rumah modif Geba Leisure Part (GLP). Desain buritan ini pernah diaplikasi pada Nouvo putih spektakuler GLP yang sempat jadi cover Em-Plus.

"Bentuk buntut yang kotak memang pas diaplikasi, Sementara detail, tentu beda dengan Geba," tambah builder yang sudah buka bengkel 5 tahun ini.
Detail dimaksud pada pemilihan lampu rem dan sein. Dadang pakai lampu Honda Supra X 125. Ini namanya harmonisasi pemakain komponen satu merek.

Inovasi lain, pembuatan boks bagasi di atas dek. Dek Vario ini sudah enggak rata lagi, Bisa untuk simpan tool kit atau jas hujan, Bawaan pun jadi lebih banyak!



DATA MODIFIKASI

Pelek depan : Custom 4 x 14 inci
Ban depan : Deli Tire 120/70-14
Pelek belakang : Custom 8 x 14 inci
Ban belakang : Deli Tire 160/60-14
Sok depan : X Speed
Sok belakang : YSS
Setang : Robocop
Knalpot : Yoshimura
GM : 0813-3564-1275

Penulis/Foto : Nurfil/Yudi

waroengkopikoe
19.59 | 0 komentar

Low Rider Full Music


HONDA VARIO 2008 (BOGOR)




Aliran low rider biasa diterapkan pada tipe skubek. Ya Honda, Suzuki atau Yamaha. Karenanya, pemodif aliran ini bisa mati gaya lantaran berbagai varian turunan low rider sudah banyak aplikasi. 

Sepe
rti itulah yang dirasakan Adi, pemilik Honda Vario 2008 asal Bogor ini. “Bingung mau bikin low rider seperti apa ya..? Hampir semua modifikator telah menerapkan aliran itu,” jelas anggota Dramaga Mio Bogor Club (DMBC). Lantas, ia berkonsultasi kepada Rudi Mulyono, punggawa Java Modification yang berdomisili di Jl. HR. Suandana, No. 20, Dramaga, Bogor, Jawa Barat.
“Dari omong-omongan, Adi ingin Varionya dicustom plus ditambah tatanan audio alias full music,” jelas Rudi yang menangani urusan modif bodi ini. Sebelumnya, Adi tentu juga ikut memanjangkan sumbu roda hingga mencapai 10 cm. “Ukuran itu cukup ideal untuk skubek Vario,” papar modifikator berbadan streamline ini.
Untuk undur-undur Vario menurut Rudi harus digeser 3 cm ke kiri. Biar roda belakang center dengan roda depan. Sementara selongsongnya tetap. Tinggal ditambah pelat ukuran 5 cm.

Biasanya juha, modifikator langganan menjejalkan roda 
pakai ban ukuran 140, Rudi malah mengaplikasi karet bundar dengan lebar 150. Aplikasi perangkat audio lanjut digarap. Rudi mendesain dudukan empat speaker ukuran 8 inci. “Bahan dudukan dari fiber. Juga mengandalkan MP3 Player, Di samping untuk memudahkan instalasi dan mengganti lagu pilihan yang diinginkan,” papar Rudi.

Problem kelistrikan pada sistem audio, aki gampang tekor. D
isiasati penggunaan kapasitor bank sebagai penyimpan arus. Aki dipasang dua agar tidak mengganggu kerja starter. 











DATA MODIFIKASI
Ban depan : Deli Tire 140/60-14
Ban belakang : Deli Tire 160/70-14
Bodi : Custom Fiber
Setang : Kawasaki Ninja

Penulis/Foto: Hend/Endro


waroengkopikoe
19.50 | 0 komentar

Honda Vario MEFRIK

Written By pijar mentariku on Sabtu, 02 Juni 2012 | 01.59



Seperti pada ulasan sebelumnya, dakatakan bahwa Honda Vario sangat cocok untuk robahan yang padat ber-isi. Hal ini terbukti pula pada Honda Vario 2007 milik Donny Dwi Budianto dari 73 Motor Madiun. Robahan ini sekaligus sebagai pembuktian bahwa modifikasi extreem tidak hanya milik pemodif kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya serta builder dari kota-kota besar lainnya. Modifikasi Punggawa 73 Motor Madiun ini adalah benar benar exclusive, coba perhatikan penggunaan Air Suspesion pada roda belakan yang bisa di setel tinggi rendahnya sesuai dengan keinginan, seperti yang tengah digandrungi para pengguna Big Matic di Jepang. Demikian juga penggunaan pelek three pieces. Menurut Donny, modifikasi ini mengacu kepada konsep MEFRIK yaitu konsep yang Modern dan Hi-Tech, seperti yang di ulas oleh rekan rekan dari MotorPlus-Online.MEFRIK alias Moderen, Estetika, Fungsional, Rasional, Inovasi dan Kreasi. “Kalau ngemodif, acuan harus modern. Terlebih kebanyakan klien pemakai skubek yang suka gaya baru,” cerita Donny. Karena itulah, Vario miliknya sendiri yang juga menjadi menjadi maskot tokonya ini dibuat sesempurna mungkin.

Pengaplikasian air suspension dengan penggunaan kompresor angin, membuat posisi bodi motor bisa dinaik-turunkan. “Ini sedang menjadi tren big matic yang ada di Jepang,” lanjutnya. Untuk kali ini Donny menggunakan kompresor yang cukup besar, tekanannya hinga 550 psi.
“Butuh sebesar itu karena menyesuaikan penggunaannya. Kita ingin saat dikendarai orang pun suspensi bisa naik-turun,” kata pria yang masih melajang ini. Untuk sok menggunakan hidrolik yang katanya biasa digunakan pada pintu mobil, “Tapi saya enggak tahu buat mobil apa, yang pasti diameternya cukup besa
r, sekitar 4 cm,” terangnya. Sementara itu untuk mengoperasikannya menggunakan dua tombol yang ditempatkan pada stabiliser tengah.
Karena sok belakang tadi hanya berfungsi untuk naik-turun, maka diperlukan tambahan pered
am kejut yang bisa mengatur compress dan rebound. “Makanya dipasang sok lagi di tengah, selain itu juga berfungsi menstabilkan bodi,” beber pria 27 tahun in.

Biat terlihat rapi, sok merek Gazi itu juga dibuatkan pelindung semacam kotak dari pelat tipis. “Selain pemanis juga bisa menutupi jalur kabel tombol air suspensi. Kan tombolnya pasang di sana,” cuap Donny panjang-lebar.

Hal lain yang menunjukan inovasi cerdas modifikator ini penggunaan sistem monosok di roda depan. “Hasil kreasi sendiri, menggunakan pipa dan dibuat model sistem seperti di Vespa,” ceritanya lagi. Tentunya, tampilan sangat diperhatikan sehingga sok custom ini dibungkus fiber dan diberi efek krom.
Oh ya, satu lagi yang membuat semakin modernnya skubek ini, pada custom lampu depan dan belakang. Di depan pakai mika lampu Honda Airblade. “Tapi bagian dalamnya dicustom, head lamp pakai model proyektor dari lampu mobil. Sedang lampu senja sudah aplikasi LED,” lanjutnya lagi.
Lampu bel
akang merupakan kreasi 73 Motor lagi. “Bentuknya segitiga runcing ke atas dengan lampu serba LED. Ada lampu rem dan juga sein,” bangga pria kaya ide yang layak dapat dua jempol!
Urusan roda juga dipilih berkelas. Dipilih desain monoblok. Custom tapi dengan konstruksi three pieces. Maksudnya, pelek ini terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama rim atau lingkaran. Kemudian ada bagian monoblok atau tengah dan terakhir teromol. Kesemuanya disatukan menggunakan sistem baut. Hal lain yang menjadi keunggulannya adalah bagian tengah atau monobloknya bisa diganti-ganti dengan model atau desain lain.
 
Sumber= [ MotorPlus-Online ]

01.59 | 0 komentar

Language

Parent Link

Sponsored

The Incredibly Easy Website Builder! CO.CC:Free Domain Free Website Hosting pensiltua

Blog Archives

Blog Pop_up

Yuk.Ngeblog.web.id
PIJAR-MENTARIKOE

Tukeran Link Yuk...!
Silahkan copy kode di atas...!
Saya akan segera link balik...!

Visitor Onlines


Pusat Download Gratis

Masukkan Code ini K1-E17866-3
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com